Arti Salam Tiga Jari Hunger Games, Asal-Usul dan Alasan Dipakai di Demo 28 Oktober

By Tony Tofani

Asal salam tiga jari Hunger Games, dipakai di Thailand, Hong Kong, Myanmar, lalu demo 28 Oktober 2026 di Indonesia. Simak makna dan sejarahnya.

Quick Takeaways

Salam tiga jari berasal dari The Hunger Games. Di film, gestur itu awalnya tanda hormat, terima kasih, dan perpisahan, lalu berkembang jadi simbol perlawanan terhadap penguasa yang menindas.

Di dunia nyata, gestur ini muncul di Thailand setelah kudeta militer 2014, lalu dipakai di Hong Kong dan Myanmar.

Di Indonesia, salam tiga jari terlihat dalam demo 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, termasuk di Jakarta dan Yogyakarta.

Maknanya bergantung pada konteks. Di Indonesia, sumber yang kami baca menyebut kaitannya dengan slogan aksi dan nilai seperti kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.

Salam tiga jari Hunger Games kembali ramai dibicarakan setelah demo 28 Oktober 2026, ketika foto dan video peserta aksi mengangkat tiga jari beredar luas. Banyak yang bertanya dari mana gestur itu berasal dan kenapa filmnya bisa sampai ke jalanan. Kami menelusuri asal-usulnya di film, lalu bagaimana gestur ini dipakai di beberapa negara sebelum sampai ke Indonesia.

Dari mana asal salam tiga jari Hunger Games?

Di seri The Hunger Games, gestur ini dipakai warga untuk menyatakan terima kasih, hormat, dan perpisahan kepada orang yang mereka sayangi. Dalam film pertama, Katniss memberi salam itu setelah rekan sesama peserta tewas di pelukannya. Seiring cerita, gestur itu berubah menjadi tanda pembangkangan dan solidaritas terhadap rezim otoriter.

Kalau kamu ingin melihat awal ceritanya, buka halaman The Hunger Games di Film Database Sotoy Film.

Kapan salam tiga jari pertama kali dipakai sebagai simbol protes?

Kemunculan pertamanya tercatat di Thailand. Setelah militer merebut kekuasaan lewat kudeta pada Mei 2014, para pengunjuk rasa memakai salam tiga jari sebagai simbol perlawanan. Junta kemudian melarangnya, tetapi larangan itu dilaporkan tidak banyak berhasil. Saat film Hunger Games diputar di bioskop, polisi berpakaian preman dikabarkan mengeluarkan mahasiswa yang melakukan salam itu. Sumber berbeda menyebut film yang diputar saat itu adalah sekuel kedua atau Mockingjay Part 1. Untuk mengenal lanjutan ceritanya, lihat halaman Catching Fire di Film Database.

Salam ini muncul lagi dalam protes Thailand pada 2020. Pengunjuk rasa mengaitkannya dengan tiga tuntutan: membubarkan parlemen, menghentikan intimidasi terhadap rakyat, dan menyusun konstitusi baru. Sumber lain mencatat bahwa para aktivis yang melakukan salam itu kadang dibawa ke mobil polisi.

Bagaimana salam tiga jari menyebar ke Hong Kong dan Myanmar?

Di Hong Kong, Gerakan Payung 2014 tercatat sebagai protes pertama di sana yang memakai salam ini. Di Myanmar, tenaga medis di Yangon General Hospital mengangkat tiga jari dalam foto bersama pada awal Februari 2021, beberapa hari setelah kudeta yang menggulingkan Aung San Suu Kyi.

Aktivis Hong Kong Nathan Law menyebut simbol ini sudah menjadi "bahasa universal" untuk kebebasan dan demokrasi, seperti dilaporkan dalam liputan tentang gerakan pro-demokrasi di Asia. Gestur yang sama juga muncul dalam aksi solidaritas untuk Myanmar di San Francisco.

Bagaimana salam tiga jari muncul di demo 28 Oktober di Indonesia?

Pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, aksi digelar antara lain di Jakarta dan Yogyakarta. Di Bundaran HI, Jakarta, mahasiswa mengangkat tiga jari sambil membacakan ikrar Sumpah Pemuda. Pada aksi itu, kelompok Indonesia Sadar menyampaikan lima tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, antara lain soal status bencana nasional, anggaran negara, biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, dan militerisasi ruang sipil.

Di Yogyakarta, ratusan mahasiswa, buruh, dan suporter sepak bola berkumpul di Titik Nol Kilometer lewat aliansi Jogja Memanggil. Di sana, tiga jari dimaknai sebagai kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan antarwarga, dan warna biru, hijau, serta merah merujuk pada budaya suporter sepak bola di wilayah Mataram.

Maknanya memang tidak tunggal. Satu laporan menyebut gestur ini berkaitan dengan slogan "sadar dipalak, sadar dibakar, dan sadar dimiskinkan", dan menegaskan maknanya bergantung pada konteks. Usman Hamid dari Amnesty International Indonesia menilai slogan itu sebagai ekspresi kepedulian publik dan bukan hasutan permusuhan, diskriminasi, atau kekerasan.

Apa kata pembuat film soal simbol ini?

Produser Nina Jacobson mengaku tidak membayangkan film mereka berpengaruh pada kehidupan nyata, dan menyebut dampak itu sebagai sebuah kehormatan. Sutradara Francis Lawrence, seperti dikutip dalam laporan soal Myanmar, menilai situasinya mengkhawatirkan ketika orang ditangkap karena melakukan sesuatu dari filmnya.

Kesimpulan

Salam tiga jari bermula dari satu adegan fiksi dan kini muncul di jalanan beberapa negara dengan makna yang menyesuaikan konteks setempat. Di Thailand ia dikaitkan dengan tuntutan demokrasi, di Myanmar dengan perlawanan terhadap kudeta, dan di Indonesia dengan aksi 28 Oktober yang membawa tuntutan masing-masing kelompok.

Kalau kamu ingin menonton ulang untuk memahami asal gestur ini, mulai dari Mockingjay Part 1 di Film Database kami.

Lanjutkan ke Mockingjay Part 2 untuk penutup serinya. Jelajahi juga kategori Movies di Sotoy Film. Menurutmu, kenapa gestur dari film bisa begitu mudah dipakai di dunia nyata? Bagikan pendapatmu di komunitas Sotoy Film.