Review Film Empat Musim Pertiwi, Putri Marino Bawa Luka 20 Tahun ke Bromo dan Bikin Kita Geram
By Tony Tofani
Review film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini: akting Putri Marino, isu kekerasan terhadap perempuan, Bromo, ending, kekurangan, dan jadwal tayang.
Quick Takeaways
Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) adalah film Kamila Andini tentang Pertiwi, perempuan yang pulang ke kampungnya di Bromo setelah 20 tahun dipenjara.
Kekuatan terbesarnya ada di akting Putri Marino, visual Bromo yang berkabut, dan isu kekerasan terhadap perempuan yang terasa dekat dengan keseharian.
Kelemahannya ada di tempo yang pelan, durasi sekitar 2 jam 17 menit, dan terlalu banyak isu yang ingin dibahas sekaligus.
Filmnya tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Oktober 2026 dan dipilih sebagai wakil Indonesia untuk Oscar 2027.
Review ini membuka bagian ending dengan peringatan spoiler. Bagian lainnya aman dibaca.
Di review film Empat Musim Pertiwi ini, kami mulai dari satu kesan yang tertinggal setelah lampu bioskop menyala: beberapa adegannya membuat kami ingin mengumpat pelan, padahal ini bukan film horor. Sumber kengeriannya manusia, dan itu membuat filmnya terasa lebih menyesakkan daripada banyak film seram.
Tentang apa film Empat Musim Pertiwi?
Pertiwi pulang ke desanya di lereng Bromo setelah dua dekade di penjara. Warga bahkan keluarganya menolaknya, sementara ia berusaha memahami luka masa lalu, keluarga, dan arti rumah. Di desa itu ia bertemu lagi dengan orang-orang lama, termasuk Bisma yang dulu dekat dengannya dan Mak Ira, pemilik warung yang pernah jadi tempat nongkrongnya semasa sekolah.
Seiring cerita berjalan, penonton baru tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Pertiwi juga bertemu teman-teman lama yang ikut menguatkannya.
Info
Keterangan
Judul internasional
Four Seasons in Java
Sutradara dan penulis
Kamila Andini
Pemeran
Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Pitrashata Malasan, Cut Mini, Nagra Pakusadewo
Rumah produksi
Forka Films
Durasi
Sekitar 2 jam 17 menit
Tayang di bioskop Indonesia
8 Oktober 2026
Detail
Film Database Sotoy Film
Bagaimana akting Putri Marino sebagai Pertiwi?
Putri Marino adalah alasan terbesar untuk menonton. Wajahnya menyimpan banyak hal, dan ia tidak perlu banyak bicara untuk menyampaikannya. Gestur dan ekspresinya sudah mewakili rasa takut, waspada, dan sisa trauma yang belum selesai. Menurut kami, pilihan Kamila Andini menaruh Putri sebagai Pertiwi terasa pas, apalagi sang sutradara disebut sudah membayangkannya sejak menulis naskah.
Ada dua sisi Pertiwi yang bekerja bersamaan. Di satu sisi ia tampak sangar dan tenang saat berhadapan dengan aparat. Di sisi lain, ia memperlihatkan kerapuhan ketika berhadapan dengan orang-orang yang dulu menekannya, misalnya saat ia didekati dengan bahasa halus yang terasa seperti tekanan. Perpaduan itu membuat tokohnya hidup.
Arya Saloka tampil sebagai Bisma, dan para pemeran pendukung, termasuk Christine Hakim sebagai Mak Ira, ikut membuat dunia desa ini terasa meyakinkan.
Isu apa yang diangkat Empat Musim Pertiwi?
Film ini membahas kekerasan terhadap perempuan, patriarki, kekuasaan, dan bagaimana korban sering disalahkan. Kamila Andini sendiri menyebut filmnya membicarakan trauma yang bisa bertahan puluhan tahun, dan kerapuhan yang justru melahirkan kekuatan.
Yang bikin kami geram adalah betapa akrab semua itu. Pelaku kekerasan masih berkeliaran dan bahkan menduduki posisi penting, sedangkan korban yang melapor malah dituding dan dipertanyakan. Satu ulasan lain menilai film ini menunjukkan ketidakadilan yang dihadapi penyintas kekerasan seksual dan stigma sesudahnya. Karena terlalu sering terjadi di sekitar kita, penontonnya mudah memahami situasinya meski ceritanya berat.
Seperti apa visual dan unsur surealis di film ini?
Gambarnya cantik. Kabut putih Bromo, warna yang nyaman, dan kostum bernuansa flanel serta jaket cokelat memberi kesan seperti menonton film western yang berlatar Bromo. Ada juga unsur surealis khas Kamila Andini, dipakai untuk menggambarkan trauma dan rasa takut tanpa harus menjelaskannya panjang lebar.
Menariknya, unsur klenik bercampur dengan sentuhan fiksi ilmiah. Bagi kami, penggabungan itu berhasil menyampaikan maksudnya, walau penonton yang tidak terbiasa dengan metafora bisa saja merasa bingung.
Apa makna ending Empat Musim Pertiwi?
Spoiler alert: bagian ini membahas ending. Lewati ke bagian berikutnya kalau belum nonton.
Yang paling kami ingat adalah adegan ketika Pertiwi datang ke kantor polisi. Reaksi petugas yang meragukan ceritanya terasa menyakitkan dan membuat adegan itu salah satu yang paling menyedihkan. Ada juga kejutan soal masa lalunya yang baru terungkap belakangan, dan itu mengubah cara kita melihat keluarganya.
Soal ending, kemunculan sebuah benda yang juga dilihat Mak Ira di warungnya terasa seperti jalan keluar yang instan. Kami membacanya sebagai komentar bahwa keadilan di bumi sulit didapat bagi perempuan yang tidak punya sistem pendukung. Hitungan Pertiwi yang selalu berhenti di empat lalu melompat ke lima juga bisa dibaca sebagai fase baru. Pertiwi akhirnya bertindak.
Apa kekurangan film Empat Musim Pertiwi menurut review kami?
Tempo filmnya pelan, dengan durasi sekitar 2 jam 17 menit. Kalau kamu menonton setelah pulang kerja dalam keadaan lelah, ada risiko mengantuk, jadi pilih waktu yang pas.
Kekurangan lain ada pada jumlah isu. Selain kekerasan terhadap perempuan, film ini menyinggung orang-orang yang dibuang masyarakat, mantan napi, dan banyak hal lain. Di satu titik semuanya terasa sesak. Untungnya fokus pada Pertiwi tetap terjaga sampai akhir, dan ceritanya jelas. Metafora dan campuran genre bisa menarik, bisa juga membingungkan, tergantung seberapa sering kamu menonton film seperti ini.
Kenapa film Empat Musim Pertiwi dipilih untuk Oscar 2027?
Komite Seleksi Oscar Indonesia memilih film ini dalam rapat pleno pada 14 September 2026 untuk kategori International Feature Film di Academy Awards ke-99. Dipilih belum berarti masuk nominasi, karena film masih harus melewati proses seleksi Academy. Filmnya juga tayang perdana dunia di Toronto International Film Festival 2026. Ini film kedua Kamila Andini yang dikirim ke Oscar setelah Yuni.
Kalau kamu ingin melihat siapa saja wakil negara lain di kawasan ini, baca daftar film Asia Tenggara untuk Oscar 2027.
Kapan Empat Musim Pertiwi tayang di bioskop?
Filmnya tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Oktober 2026. Jadwal tiap bioskop bisa berbeda, jadi cek jadwal terbaru sebelum berangkat. Periksa juga klasifikasi usianya karena temanya berat.
Kesimpulan
Empat Musim Pertiwi adalah drama berat yang pantas jadi wakil Indonesia di Oscar. Akting Putri Marino, visual Bromo, dan keberanian isunya membuatnya layak ditonton, walau tempo pelan dan isi yang penuh bisa menguji kesabaran.
Sudah nonton? Beri rating kamu di halaman film ini di Sotoy Film dan lihat apakah penilaianmu sejalan dengan penonton lain. Cari tontonan lain? Jelajahi kategori Movies di Sotoy Film. Menurutmu, apakah ending Pertiwi jalan keluar yang pantas untuknya? Bagikan pendapatmu di komunitas Sotoy Film.
