Review Dexter Resurrection Season 2 Episode 1 "Risky Business", Pembuka yang Seru tapi Terlalu Padat

By Nadia Prameswari

Review Dexter Resurrection season 2 episode 1 Risky Business: pembuka solid dengan Brian Cox dan Dan Stevens, tapi terlalu padat. Skor Sotoy 7,5/10.

Quick Takeaways

Episode pertama Dexter Resurrection season 2 berjudul "Risky Business" dan tayang pada 30 Oktober 2026 di Paramount+.

Adegan pembukanya paling menyenangkan: mimpi Dexter berburu pembunuh bersama Angel Batista dengan nuansa buddy cop.

Duel Dexter melawan Rapunzel Killer rapi dan dituntaskan di episode ini juga.

Kelemahannya ada di tempo. Terlalu banyak benang cerita dikebut dalam satu episode, termasuk kemunculan Joey Quinn.

Skor Sotoy untuk episode ini: 7,5/10.

Setelah lompatan waktu tiga tahun, review Dexter Resurrection season 2 episode 1 ini harus mulai dari satu pertanyaan sederhana: apakah Dexter masih punya cerita baru untuk dibawa? Jawaban kami: ya, dengan catatan. Michael C. Hall tetap menguasai peran ini, tetapi episode pembukanya mengejar terlalu banyak hal dalam waktu singkat.

Kalau kamu ingin mengingat dulu perjalanan seri ini, buka halaman Dexter: Resurrection di Film Database Sotoy Film.

Apa cerita Dexter Resurrection season 2 episode 1?

Dexter sekarang mengemudi taksi online sebagai penyamaran. Ia masih menghabiskan nama-nama terakhir dari berkas yang ia ambil di brankas Leon Prater. Putranya, Harrison, hampir lulus dari akademi polisi New York. Hubungan mereka terlihat jauh lebih sehat dibanding era New Blood.

Di sisi polisi, para detektif masih mencoba menjerat Don Framt, sosok yang dicurigai sebagai New York Ripper. Karakter ini diperankan Brian Cox. Mereka sudah bertahun-tahun bekerja tanpa bukti yang cukup. Rangkuman episodenya menyebut Dan Stevens ikut hadir sebagai pembunuh baru yang menembak korban di parkiran stadion bisbol.

Bagian mana yang paling berhasil di review Dexter Resurrection season 2 episode 1?

Spoiler alert: bagian ini membahas kejadian di episode. Lewati ke bagian berikutnya kalau belum menonton.

Mimpi bersama Batista

Episode dibuka dengan mimpi Dexter tentang dunia yang tidak pernah terjadi, ketika Batista menerima dirinya dan menjadi rekan. Lagu pengiringnya langsung membawa nuansa buddy cop, lalu mereka memburu New York Ripper versi fiksi yang diperankan Kane Hodder. Kami suka bagaimana adegan ini mengerti bahwa Dexter punya DNA horor. Kehadiran Batista, meski hanya mimpi, juga terasa seperti penyesalan yang akan dibawa Dexter lama.

Duel melawan Rapunzel Killer

Dexter pergi menyusul Rapunzel Killer, satu-satunya yang lolos musim lalu, dan melewatkan wisuda Harrison demi itu. Aktornya dikenal lewat komedi, tetapi di sini ia berhasil terlihat berbahaya. Pria ini tampak seperti ayah keluarga biasa sampai satu hal memicunya. Pertarungannya punya momen cerdas, misalnya Dexter yang membuka plastik pembungkus sebelum menyerang, hal yang jarang dilakukan tokoh film.

Dexter lalu memilih tidak melakukan ritual seperti biasa. Ia meninggalkan jasad itu bersama trofinya supaya orang tahu Rapunzel sudah tamat. Kami menilai keputusan menyelesaikan benang ini di episode pertama tepat, karena memperpanjangnya akan terasa berputar-putar.

Dexter yang mulai ingin diakui

Ini bagian yang paling menarik secara tema. Dexter kini ingin kerja kerasnya diketahui orang. Ia mencari berita tentang korbannya dan bicara pada Harrison soal keinginan itu. Kalau musim ini benar-benar menjadikannya busur utama, Dexter akan berada di wilayah yang belum pernah digarap serial ini.

Apa kekurangan Dexter Resurrection season 2 episode 1?

Masalah utamanya adalah tempo. Episode memperkenalkan Dan Stevens, Brian Cox, kasus Rapunzel, wisuda Harrison, hingga Joey Quinn dalam waktu pendek, dan beberapa bagian terasa seperti ringkasan. Musim lalu pun punya masalah serupa di episode pertamanya, tetapi saat itu ada alasan karena banyak hal harus dijelaskan. Kali ini alasan itu tidak ada.

Kemunculan Joey Quinn paling terasa dipaksakan. Desmond Harrington muncul di kantor polisi dalam satu adegan singkat, memperkenalkan diri pada para detektif, lalu hampir tidak ada lagi. Kemunculan karakter sebesar ini layak diberi ruang, atau disimpan untuk penutup episode. Satu pertanyaan lain: kenapa Quinn baru datang ke New York tiga tahun setelah Batista menghilang? Kami berharap ada penjelasan yang masuk akal.

Ada juga kekhawatiran soal pengulangan. Dexter lagi-lagi menjanjikan sesuatu pada anaknya lalu terlambat karena harus membunuh, pola yang sudah kita lihat sejak era Rita dan Deb. Kalau fokusnya hanya pada Dexter yang lelah dan kurang tidur, ceritanya akan terasa basi. Intro klasik yang kembali memang menyenangkan, tetapi akan lebih baik kalau diberi sentuhan New York.

Kapan dan di mana nonton Dexter Resurrection season 2?

Season 2 tayang mulai 30 Oktober 2026, dengan episode baru setiap Jumat. Di Amerika Serikat, serial ini ada di Paramount+ untuk pelanggan paket Premium. Kami belum menemukan keterangan ketersediaannya di Indonesia, jadi cek langsung di platform resmi.

Detail musim ini ada di halaman Season 2 di Film Database Sotoy Film.

Kalau mau menelusuri awalnya, ada halaman Dexter yang original.

Siapa saja pemain baru Dexter Resurrection season 2?

Brian Cox dan Dan Stevens masuk sebagai pemain baru, menurut laporan Paramount+. Uma Thurman dan Krysten Ritter kembali, dan Eric Stonestreet kembali sebagai Rapunzel Killer. Episode ini juga memuat cameo Kane Hodder dan Chris Jericho, dan kami agak khawatir musim ini akan terlalu penuh nama besar. Di episode pertama itu belum terasa mengganggu.

Skor Sotoy

Skor Sotoy: 7,5/10.

Kami memberi angka itu karena episode ini punya fondasi yang kuat: adegan pembuka yang cerdas, duel yang efektif, dan arah tema yang menjanjikan. Poin dikurangi karena tempo yang tergesa dan perkenalan Quinn yang kurang bertenaga.

Kesimpulan

Episode pertama ini adalah pembuka yang solid dengan beberapa keputusan cerdas. Jika musim ini berani menempatkan keinginan Dexter untuk diakui sebagai inti cerita, serialnya bisa tampil beda.

Cari bacaan serial lain? Jelajahi kategori Series di Sotoy Film. Menurutmu, kemunculan Joey Quinn akan menolong atau merusak musim ini? Bagikan teorimu di komunitas Sotoy Film.