7 Film Asia Tenggara Oscar 2027 Siap Bersaing, Indonesia Kirim Empat Musim Pertiwi

By Arga Wicaksana

Tujuh film Asia Tenggara bersaing di Oscar 2027, termasuk Empat Musim Pertiwi dari Indonesia. Kenali sutradara, sinopsis, dan jadwal Oscar berikutnya.

Quick Takeaways

- Tujuh negara Asia Tenggara mengirim film ke kategori Best International Feature di Oscar 2027: Indonesia, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.

- Indonesia mengirim *Empat Musim Pertiwi* karya Kamila Andini, yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

- Upacara Academy Awards ke-99 digelar 14 Maret 2027 di Dolby Theatre, Hollywood.

- Semua film masih harus diterima Academy sebelum lanjut ke daftar pendek.

Daftar film Asia Tenggara Oscar 2027 sudah lengkap, dan variasinya cukup lebar: hantu penjaga bioskop, keluarga yang mengejar sembilan kuil dalam sehari, sampai pencari bola golf di klub elite. Indonesia diwakili *Empat Musim Pertiwi*, drama tentang perempuan yang pulang kampung setelah dua dekade di penjara.

Berikut ketujuh film Asia Tenggara Oscar 2027 itu, apa yang membuat masing-masing menarik, dan jadwal Oscar yang perlu kamu tunggu.

## Film Asia Tenggara Oscar 2027: siapa saja wakilnya?

[Tujuh film dari kawasan ini masuk dalam daftar Best International Feature](https://seasia.co/2026/10/05/7-southeast-asian-films-entering-the-race-for-the-2027-oscars). Myanmar, Laos, Brunei, dan Timor-Leste tidak mengirim wakil. Tabel di bawah merangkum semuanya.

| Film | Negara | Sutradara | Cocok buat |

| --- | --- | --- | --- |

| Empat Musim Pertiwi | Indonesia | Kamila Andini | Drama keluarga dan trauma |

| Becoming Human | Kamboja | Polen Ly | Fantasi yang melankolis |

| Spirit Guardians | Vietnam | Nguyễn Phan Quang Bình | Epik sejarah dan laga |

| The Fox King (Semusim Lara) | Malaysia | Woo Ming Jin | Drama keluarga remaja |

| 9 Temples to Heaven | Thailand | Sompot Chidgasornpongse | Komedi drama keluarga |

| We Are All Strangers | Singapura | Anthony Chen | Drama relasi ayah dan anak |

| Filipiñana | Filipina | Rafael Manuel | Kritik kelas sosial |

### Empat Musim Pertiwi (Indonesia)

Film ini [dipilih Komite Seleksi Oscar Indonesia dalam rapat pleno pada 14 September 2026](https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/09/16/empat-musim-pertiwi-resmi-jadi-jagoan-indonesia-di-piala-oscar-2027). Kamila Andini menulis sekaligus menyutradarainya. Putri Marino memerankan Pertiwi, perempuan yang pulang ke kampung halaman setelah dua dekade di penjara dan harus berhadapan dengan warga, bahkan keluarganya sendiri, yang menolak kehadirannya.

Christine Hakim dan Arya Saloka ikut main. Film ini tayang perdana di Toronto International Film Festival pada September 2026, lalu masuk bioskop Indonesia pada 8 Oktober.

Detail filmnya ada di [halaman Four Seasons in Java di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/four-seasons-in-java). Kalau ingin menjajal film Indonesia lain sambil menunggu, ada juga [Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/ibu-bagaimana-aku-tanpamu).

### Becoming Human (Kamboja)

Debut film panjang Polen Ly ini bercerita tentang Thida, hantu penjaga sebuah bioskop tua yang akan dihancurkan. Ia harus memilih antara bereinkarnasi menjadi manusia atau tetap menjadi roh tanpa tempat tinggal. Pertemuannya dengan seorang pria bernama Hai membuka cerita tentang perubahan sosial dan trauma sejarah Kamboja. Info lengkapnya bisa kamu cek di [halaman Becoming Human di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/becoming-human).

### Spirit Guardians: The Last Secret of the First Emperor (Vietnam)

Sutradara Nguyễn Phan Quang Bình mengangkat legenda makam Đinh Tiên Hoàng, kaisar pertama Vietnam. Tujuh prajurit membawa 99 peti mati untuk menyembunyikan lokasi makam itu. Film ini menjadi produksi Vietnam pertama yang tampil di seksi Gala Presentations TIFF.

Catatan filmnya tersedia di [halaman Spirit Guardians di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/spirit-guardians-the-last-secret-of-the-first-emperor).

### The Fox King / Semusim Lara (Malaysia)

Karya Woo Ming Jin ini berfokus pada si kembar Ali dan Amir yang tumbuh tanpa ibu. Hubungan mereka merenggang ketika sang ayah memutuskan menikah lagi. Dian Sastrowardoyo memerankan Lara, guru bahasa Inggris baru yang mengubah dinamika keluarga itu. Filmnya ko-produksi Malaysia dan Indonesia, jadi penonton Indonesia punya alasan ekstra untuk mengikuti perjalanannya.

Lihat juga [halaman The Fox King di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/the-fox-king).

### 9 Temples to Heaven (Thailand)

Sembilan anggota keluarga berusaha mengunjungi sembilan kuil dalam satu hari setelah peramal meramalkan neneknya yang berusia 83 tahun tidak akan sempat berulang tahun lagi. Sutradaranya Sompot Chidgasornpongse. Filmnya tayang di Directors' Fortnight Cannes dan, menurut sumber yang kami pakai, membawa pulang penghargaan sutradara terbaik di Shanghai International Film Festival 2026.

Profil filmnya ada di [halaman 9 Temples to Heaven di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/9-temples-to-heaven).

### We Are All Strangers (Singapura)

Anthony Chen menutup trilogi Growing Up setelah *Ilo Ilo* dan *Wet Season*. Tokohnya Junyang, 21 tahun, yang kekasihnya hamil tepat ketika ayahnya yang lama menduda mulai menjalin hubungan baru. Film ini produksi Singapura pertama yang bersaing di kompetisi utama Berlin.

Baca detailnya di [halaman We Are All Strangers di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/we-are-all-strangers).

### Filipiñana (Filipina)

Rafael Manuel mengikuti Isabel, pekerja muda yang menjadi pencari bola golf di klub eksklusif, dan tanpa sengaja melihat sisi gelap kehidupan kaum elite. Ini debut film panjang Manuel. [Filmnya tayang perdana di Sundance pada Januari 2026 dan meraih Special Jury Award for Creative Vision](https://en.wikipedia.org/wiki/Filipi%C3%B1ana), lalu diputar di Berlin.

Info ringkasnya ada di [halaman Filipiñana di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/filipinana).

## Kapan Oscar 2027 digelar dan apa jadwal film Asia Tenggara Oscar 2027?

[Academy Awards ke-99 digelar Minggu, 14 Maret 2027](https://www.thedailystar.net/culture/tv-film/news/oscars-unveil-major-rule-changes-2027-ceremony-4165686), di Dolby Theatre, Hollywood. Sebelum itu, daftar pendek 15 film diumumkan pada 15 Desember 2026, dan nominasi resmi pada 21 Januari 2027.

Akademi juga mengubah aturan Best International Feature: satu negara kini boleh punya lebih dari satu film di daftar pendek. Itu sedikit memperluas peluang, tetapi persaingannya tetap ketat.

## Seberapa besar peluang film Asia Tenggara Oscar 2027 menembus nominasi?

Belum ada jaminan, karena semua film masih harus diterima Academy. Yang bisa kami lihat adalah rekam jejak festival: *Filipiñana* meraih penghargaan di Sundance, *9 Temples to Heaven* tampil di Cannes, dan *We Are All Strangers* masuk kompetisi Berlin. Itu modal yang bagus untuk menarik perhatian juri.

Sebagai pembanding, ingat bahwa film berbahasa non-Inggris pernah menang Best Picture lewat [*Parasite*, yang bisa kamu lihat di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/parasite). Hasil seperti itu langka, tetapi menunjukkan bahwa batas antara film "internasional" dan film arus utama bisa bergeser. Film berbahasa Jepang juga pernah merebut Oscar lewat [*Spirited Away*, yang bisa kamu cek di Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film/spirited-away).

## Kesimpulan

Tujuh film Asia Tenggara Oscar 2027 sudah terdaftar, dan Indonesia punya *Empat Musim Pertiwi* di barisan itu. Tonggak berikutnya adalah daftar pendek pada 15 Desember. Kami belum menonton semua film di daftar ini, jadi belum ada skor dari kami.

Mau tahu film lain untuk ditonton sambil menunggu? Jelajahi [kategori Movies di Sotoy Film](https://www.sotoyfilm.my.id/kategori/movies), cari judul lain di [Film Database](https://www.sotoyfilm.my.id/film-database), atau lihat [rekomendasi film Sotoy Film](https://www.sotoyfilm.my.id/rekomendasi-film). Menurut kamu, film mana yang paling berpeluang masuk daftar pendek? [Bagikan pendapatmu di komunitas Sotoy Film](https://www.sotoyfilm.my.id/komunitas).