Karakter Andrew Garfield di Artificial Jahat Banget, Kritikus Sebut Layak Masuk Radar Oscar
By Anto Susanto
Andrew Garfield memerankan Sam Altman di Artificial dengan pesona yang menipu. Ini alasan kritikus menyebut perannya jahat banget dan layak diperhitungkan di Oscar.
Quick Takeaways
Andrew Garfield memerankan Sam Altman, CEO OpenAI, di film Artificial karya Luca Guadagnino yang menggambarkan lima hari pemecatan dan kembalinya Altman pada 2023.
Kritikus menyebut penampilannya memadukan pesona yang menawan dengan niat jahat yang terasa dingin.
Studio Neon mengampanyekan Garfield di kategori Aktor Pendukung Terbaik, sementara Yura Borisov didorong ke kategori Aktor Utama.
Belum ada nominasi resmi. Film ini baru tayang di AS pada 25 Desember, dan semua pujian di artikel ini berasal dari reaksi festival dan para kritikus.
Selama ini Garfield identik dengan karakter baik hati, jadi wajar kalau kritikus festival kaget melihatnya jadi sosok yang mereka sebut mengganggu. Begitulah kabar seputar Andrew Garfield di Artificial, drama komedi gelap tentang perebutan kursi CEO di perusahaan AI yang paling disorot dunia. Kritikus menyebut karakternya licin, manipulatif, dan jahat banget, dan karena itulah perannya mulai dibicarakan sebagai kandidat Oscar.
Sebelum ikut larut dalam hype, satu hal perlu jelas. Artificial belum tayang luas, dan "jahat" di sini adalah penggambaran sebuah film atas tokoh nyata, bukan vonis untuk orangnya. Di bawah ini kami rangkum apa kata kritikus, kenapa perannya terasa begitu mengganggu, dan seberapa realistis peluangnya di musim penghargaan.
Siapa Karakter yang Diperankan Andrew Garfield di Artificial?
Garfield memerankan Sam Altman, CEO OpenAI. Filmnya berfokus pada lima hari di 2023 ketika Altman dipecat lalu dipekerjakan kembali, seperti dilaporkan liputan premiere London Film Festival.
Pemeran dan Perannya
Deretan pemerannya penuh nama yang sudah akrab dengan musim penghargaan.
Pemeran
Peran
Andrew Garfield
Sam Altman
Yura Borisov
Ilya Sutskever
Mark Rylance
Geoffrey Hinton
Monica Barbaro
Mira Murati
Ike Barinholtz
Elon Musk
Dari Ditinggalkan Studio ke Tangan Neon
Perjalanan filmnya sendiri sudah seperti drama. Amazon MGM Studios awalnya menggarap proyek ini, lalu mundur beberapa bulan setelah Amazon menanamkan investasi $50 miliar di OpenAI, menurut laporan rilis dan akuisisi film ini. Neon kemudian membeli hak edar dunia pada akhir Juni dan menetapkan tayang di AS pada 25 Desember. Skor musiknya digarap Damon Albarn, vokalis Blur.
Kenapa Karakter Andrew Garfield di Artificial Terasa Jahat Banget?
Kata "jahat" muncul berulang di reaksi awal kritikus setelah pemutaran perdana di New York Film Festival. Yang banyak dibahas adalah cara kejahatan itu dibungkus.
Pesona yang Menipu
Dalam rangkuman reaksi awal para kritikus, salah satu komentar menyebut Garfield memberikan salah satu penampilan paling mengganggu dan transformatifnya, yang memperlihatkan "disarming charm and unnerving malice" sekaligus. Kritikus lain menilai Garfield berjalan di garis tipis antara monster film, mogul yang konyol, dan jenius jahat.
Menurut kami, perpaduan itu yang membuat perannya sulit dilupakan. Orang jahat yang tersenyum lebih sulit ditolak daripada orang jahat yang berteriak.
Licin, Manipulatif, dan Sangat Percaya Diri
Menurut rangkuman ulasan setelah pemutaran perdana, The Hollywood Reporter memuji Garfield habis-habisan, sementara IndieWire menggambarkan Altman versi Garfield sebagai "machiavellian queen bee" yang santai soal gagasan menggantikan manusia dengan komputer. TheWrap menyebutnya ahli dalam merayu di segala aspek.
Gambaran itu cocok dengan reaksi di atas: karakter manipulatif paling berbahaya ketika ia terlihat menyenangkan.
Satu Suara yang Berbeda
Tidak semua kritikus bulat. Financial Times menilai Garfield kurang memancarkan aura visioner yang menyeramkan. Rangkuman ulasan yang sama menduga hal itu bisa jadi disengaja, sebagai cara film memperlihatkan pandangannya tentang sosok yang dianggap membawa singularitas.
Lawan Main yang Jadi Cermin
Kekuatan karakter jahat sering bergantung pada siapa yang berdiri di sebelahnya. Dalam rangkuman ulasan yang sama, Yura Borisov digambarkan memerankan Ilya Sutskever sebagai sosok berniat baik yang punya jiwa, sesuatu yang terasa hilang pada Altman versi film ini.
Tanpa tokoh yang tulus sebagai pembanding, kedinginan Altman akan terlihat seperti gaya akting biasa. Dengan Borisov, kedinginan itu berubah menjadi konflik moral.
Kenapa Dibandingkan dengan The Social Network
Beberapa ulasan membandingkan film ini dengan The Social Network, drama David Fincher tahun 2010 tentang lahirnya Facebook. Perbandingannya wajar, karena keduanya sama-sama menjadikan pendiri perusahaan teknologi, ambisi, dan kekuasaan sebagai bahan cerita.
Perbandingan itu juga membawa beban: penonton akan menuntut ritme, dialog, dan akting pada level yang sama. Kalau kritikus awal benar, Garfield sanggup memenuhi tuntutan itu, setidaknya dari sisi aktingnya.
Cara Garfield Memainkan Peran Jahat tanpa Jadi Penjahat Kartun
Garfield punya modal untuk peran ini, dan modalnya justru karier panjangnya sebagai tokoh baik.
Modal Karier: Dari Peter Parker sampai Desmond Doss
Garfield dikenal lewat peran baik hati, dari Peter Parker sampai Desmond Doss, pahlawan perang yang menolak memegang senjata. Menurut analisis peluang Oscar-nya, itu sebabnya peran penjahat ini mencuri perhatian. Penulisnya juga berpendapat bahwa kategori pendukung sudah lama memberi penghargaan kepada pemeran penjahat yang mudah diingat, termasuk jenis yang pelan-pelan menggerogoti.
Soal ini, Joker di The Dark Knight sering dijadikan contoh.
Prostetik Dibuang, Riset Diperdalam
Menurut ulasan The Hollywood Reporter yang dikutip media lain, gagasan awal Guadagnino memakai prostetik agar Garfield mirip Altman tidak berhasil dan akhirnya ditinggalkan. Garfield sendiri berusaha berbicara dengan sebanyak mungkin orang yang mengenal atau pernah berinteraksi dengan Altman, untuk mendapat sudut pandang yang lebih objektif.
Apakah Andrew Garfield di Artificial Layak Menang Oscar?
Layak masuk radar, iya. Layak menang, terlalu dini dikatakan. Belum ada nominasi resmi, dan pemenang baru bisa ditentukan setelah nominasi diumumkan.
Kampanye Aktor Pendukung dan Saingannya
Menurut laporan kampanye Neon, Garfield akan dikampanyekan di kategori Aktor Pendukung, sementara Yura Borisov, yang memerankan Ilya Sutskever, dikejar di kategori Aktor Utama. Mark Rylance juga masuk kategori yang sama sebagai Geoffrey Hinton, dan Monica Barbaro menyasar Aktris Pendukung.
Langkah ini masuk akal secara strategi. Filmnya, menurut analisis tadi, banyak dikisahkan lewat sudut pandang Sutskever, sehingga Borisov terasa sebagai pusat cerita, sementara Altman adalah kekuatan yang menggerakkan semua orang di sekitarnya.
Rekam Jejak dan Sikap Garfield
Garfield sudah dua kali dinominasikan sebagai Aktor Terbaik, lewat Hacksaw Ridge (2016) dan Tick, Tick… Boom! (2021), tetapi belum pernah menang. Clayton Davis dari Variety bahkan memprediksi nominasi aktor pendukung untuk Garfield. Garfield sendiri, menurut pemberitaan soal respons Garfield terhadap buzz Oscar, tidak terlihat gelisah soal Oscar. Di premiere London ia mengatakan, "I feel really, really proud of this film."
Di London itu Garfield juga menyinggung hal-hal di luar kendali kita dan para tokoh besar yang memegang kendali, atau sesekali kehilangan kendali, atas teknologi baru. Nada itu sejalan dengan filmnya, yang bercerita tentang kekuasaan yang tampak kokoh tetapi bisa goyah dalam beberapa hari.
Yang Masih Belum Pasti
Musim penghargaan baru dimulai. Film ini belum dirilis luas, sebagian besar penonton belum melihat penampilannya, dan belum ada yang bisa memastikan pujian awal bertahan sampai nominasi diumumkan. Untuk gambaran persaingan di musim yang sama, kamu bisa membaca peta persaingan Oscar 2027 di Sotoy Film.
Sebagai pembanding, Oppenheimer menunjukkan bahwa biopik tentang tokoh penuh ambisi bisa membawa pulang piala aktor pendukung.
Kapan Artificial Tayang?
Artificial dijadwalkan tayang di bioskop AS pada 25 Desember dan di Inggris pada 22 Januari. Jadwal di Indonesia belum kami temukan dalam sumber yang kami baca, jadi sebaiknya cek pengumuman jaringan bioskop dan platform resmi menjelang rilis.
Kesimpulan
Peran Garfield di film ini menarik karena ia membalik citranya sendiri. Aktor yang selama ini identik dengan peran baik justru dipuji karena memainkan karakter yang menawan sekaligus dingin. Kritikus tidak sepenuhnya sepakat, tetapi sebagian besar reaksi awal yang kami baca memuji. Soal Oscar, perannya layak diperhitungkan, dan nominasi akan menunjukkan seberapa jauh pujian itu bertahan.
Menurut kamu, peran jahat mana yang paling membekas dan layak mendapat Oscar? Bagikan pendapatmu di Komunitas Sotoy Film.
