Jakarta Film Week 2026 Mulai 21 Oktober, Ini 9 Film yang Layak Masuk Daftar Tontonan
By Dimas Mahendra
Jakarta Film Week 2026 berlangsung 21-25 Oktober. Simak 9 film pilihan dari Ah Girl sampai Laut Bercerita, plus cara beli tiket dan lokasi pemutaran.
Quick Takeaways
Jakarta Film Week 2026 berlangsung lima hari, 21 sampai 25 Oktober 2026, dengan tema Encounters. Ini edisi keenam festivalnya.
Ah Girl dari Singapura menjadi film pembuka, dan Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen menjadi film penutup dengan pemutaran perdana di Indonesia.
Festival menerima lebih dari 1.200 film dari 82 negara. Sebagian program gratis dengan registrasi, dan tiket bisa dipesan lewat situs festival atau aplikasi mitra seperti TIX ID.
Di luar film panjang, ada film pendek, animasi, program keluarga, dan pengalaman realitas virtual lewat JFW Vision.
Apa itu Jakarta Film Week 2026 dan kapan berlangsungnya?
Jakarta Film Week (JFW) adalah festival film internasional di Jakarta. Edisi 2026 berlangsung 21 sampai 25 Oktober dengan tema Encounters, dan diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta lewat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurut laporan yang sama, programnya memuat lebih dari 100 film dari lebih dari 50 negara.
Penyelenggara menerima lebih dari 1.200 film dari 82 negara, ditambah 180 proposal. Selain pemutaran di bioskop dan ruang budaya, sebagian film juga bisa ditonton daring lewat Vidio.
Film
Asal
Program
Ah Girl
Singapura
Film pembuka
Laut Bercerita
Indonesia
Film penutup
Four Seasons in Java
Produksi bersama tujuh negara
Global Feature Official Selection
La Grazia
Italia
Global Feature Competition
Burn
Jepang
Global Feature Competition
Filipiñana
Filipina
Global Feature Competition
Chronicles from the Siege
Internasional
Global Feature Competition
Togel
Indonesia
Direction Award
Harga Teman
Indonesia
Direction Award
Film apa saja yang layak ditonton di Jakarta Film Week 2026?
Ah Girl, film pembuka dari Singapura
Ah Girl adalah film panjang pertama sutradara Ang Geck Geck Priscilla. Ceritanya berlatar Singapura tahun 1994 dan mengikuti anak perempuan tujuh tahun yang menghadapi keluarganya yang penuh gejolak. Dunia orang dewasa dilihat dari mata anak yang belum paham alasan di balik konflik di sekitarnya. Menurut Katadata, film ini memenangkan Firebird Award untuk aktris terbaik di Hong Kong International Film Festival 2026. Pemutaran pembukanya dijadwalkan Rabu, 21 Oktober, pukul 19.15 WIB di Audi 11 CGV Grand Indonesia.
Laut Bercerita, film penutup adaptasi novel Leila S. Chudori
Laut Bercerita, atau The Sea Speaks His Name, digarap Yosep Anggi Noen dan diproduksi Pal 8 Pictures. Filmnya mengadaptasi novel Leila S. Chudori dengan judul sama. Reza Rahadian memerankan Biru Laut, mahasiswa yang bergabung dengan kelompok Winatra dan terlibat dalam gerakan menentang ketidakadilan. Cerita ini menyentuh kebebasan berekspresi, gerakan mahasiswa, dan tekanan politik. Pemutaran di JFW menjadi kesempatan menonton sebelum filmnya tayang reguler di bioskop pada 29 Oktober 2026. Filmnya juga dijadwalkan melakukan pemutaran perdana dunia di Busan International Film Festival 2026 dan masuk kompetisi utama di sana.
Four Seasons in Java, karya Kamila Andini
Four Seasons in Java masuk program Global Feature Official Selection. Filmnya diproduksi bersama Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura. Kamila Andini dikenal lewat pendekatan visual dan perhatiannya pada pengalaman manusia dan relasi sosial. Film ini cocok untuk kamu yang mau melihat sineas Indonesia di jalur festival internasional.
La Grazia, drama Paolo Sorrentino
La Grazia (2025) dari sutradara Italia Paolo Sorrentino tampil di Global Feature Competition. Sorrentino dikenal dengan gaya visual yang khas dan perhatian pada karakter serta kekuasaan. Cek sinopsis dan klasifikasi usianya di katalog resmi sebelum memilih jadwal.
Burn, film Jepang karya Makoto Nagahisa
Burn (2026) juga bersaing di Global Feature Competition. Ini pilihan untuk penonton yang ingin menjelajahi sinema Asia di luar judul-judul yang biasa masuk bioskop komersial, sekaligus membandingkannya dengan film kompetisi lain.
Filipiñana, perspektif dari Filipina
Filipiñana (2026) karya Rafael Manuel membawa sinema Filipina ke festival. Konteks sosial dan budayanya berbeda dari Indonesia, tetapi sebagian terasa dekat bagi penonton Asia Tenggara.
Chronicles from the Siege, pilihan internasional di kompetisi
Chronicles from the Siege karya Abdallah Al-Khatib ikut Global Feature Competition. Filmnya diangkat dari situasi sosial yang menekan, jadi baca sinopsis resminya dulu supaya kamu tahu apa yang akan kamu tonton.
Togel, film Indonesia di program Direction Award
Togel (2026) karya Yogi S. Calam dijadwalkan dalam program Direction Award sebagai pemutaran perdana. Tema cerita, durasi, dan klasifikasi usianya perlu kamu periksa di katalog festival.
Harga Teman, film Andrew Kose dengan Freya JKT48
Harga Teman (2026) disutradarai Andrew Kose dan dibintangi Freya JKT48, Devano Danendra, Emir Mahira, dan Diandra Agatha. Film ini juga menjalani pemutaran perdana di program Direction Award. Nama pemainnya jadi daya tarik, dan kualitas ceritanya baru bisa dinilai setelah ditonton.
Couture dan Rosebush Pruning dari program Currents
Dua film internasional masuk program Currents: Couture (2025) karya Alice Winocour dan Rosebush Pruning (2026) garapan Karim Aïnouz. Programnya menawarkan karya dengan pendekatan artistik dan gaya bercerita yang beragam.
Apa lagi yang ada di festival ini?
Festival ini tidak hanya film panjang. Ada Global Short Competition dan Global Animation Competition, serta kategori seperti Herstory, Emergency Broadcast, Family Time, Fantasea, dan Layar Indonesiana. Program Family Time memuat judul seperti Forza, Papaya, dan Looking for Daddy, tetapi klasifikasi usianya tetap perlu dicek per film.
JFW Vision adalah program baru yang menghadirkan film realitas virtual. Untuk pelaku industri, ada JFWNET dengan Producers Lab, Pitching Forum, Talents Hub, Industry Talk, dan Festival Meeting, yang sebagian punya syarat pendaftaran sendiri.
Di mana lokasi dan bagaimana cara beli tiket Jakarta Film Week 2026?
Pemutaran tersebar di beberapa lokasi di Jakarta Pusat, antara lain CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, Taman Ismail Marzuki, Mercure Jakarta Cikini, dan Paviliun Raden Saleh. Karena lokasinya terpisah, perhitungkan waktu perjalanan kalau kamu mau menonton dua film berurutan.
Tiket dipesan lewat jakartafilmweek.com atau aplikasi mitra seperti TIX ID. Kamu memilih film, jam tayang, dan kursi, lalu menerima e-tiket berkode QR untuk ditukar di lokasi. Sebagian program gratis dengan RSVP, dan harga tiket yang berbayar belum kami temukan. Kapasitas ruang terbatas, jadi tentukan tiga sampai lima film prioritas dan siapkan satu atau dua cadangan.
Kesimpulan
Kalau waktumu terbatas, mulai dari Ah Girl atau Laut Bercerita, karena keduanya punya posisi khusus di festival. Pilihan lain bergantung pada selera: sinema Eropa, Jepang, Filipina, atau film Indonesia yang baru diputar perdana. Kami belum menonton satu pun, jadi belum ada Skor Sotoy.
Cari tontonan lain? Jelajahi kategori Movies di Sotoy Film atau buka rekomendasi film Sotoy Film. Film mana yang akan kamu kejar di Jakarta Film Week 2026? Ceritakan rencanamu di komunitas Sotoy Fil
